Rabu, 10 Agustus 2016

Pengertian tentang BIM (Building Information Modelling)



 

Building Information Modelling atau kita lebih sering mendengar dengan istilah BIM adalah suatu proses yang dimulai dengan menciptakan 3D model digital (bangunan secara virtual) dan didalamnya berisi semua informasi bangunan tersebut, yang berfungsi sebagai sarana untuk membuat perencanaan, perancangan, pelaksanaan pembangunan, serta pemeliharaan bangunan tersebut beserta infrastrukturnya bagi semua pihak yang terkait didalam proyek seperti konsultan, owner, dan kontraktor.

Berikut ini video tentang BIM:


Karakteristik BIM?
Ketika kita akan menerapkan BIM pada suatu proyek maka akan mempengaruhi cara kerja kita, karena semua proses mulai dari desain konsep, 3D modeling, menganalisa bangunan, membuat gambar kerja 2D, penjadwalan proyek, sampai dengan perhitungan RAB (rencana anggaran biaya) semua dikerjakan secara bersamaan.
Pada proyek yang kompleks seperti high-rise building dimana proyek melibatkan beberapa pihak maka diperlukan adanya suatu koordinasi dan kolaborasi data.

 


Kenapa kita membutuhkan BIM?
  • Dengan BIM kita memiliki permodelan 3D sehingga komunikasi menjadi lebih mudah dan jelas, dan ketika terjadi permasalahan dapat dengan mudah dideteksi sehingga membantu kita melakukan evaluasi dan membuat keputusan desain.
  • Dengan BIM kita mendapatkan infomasi RAB, kebutuhan jumlah volume material, serta estimasi biaya yang lebih cepat dan akurat karena datanya dikeluarkan oleh model yang kita buat.
  • Dengan BIM memudahkan kita untuk berbagi (sharing data) serta menggunakan data, karena kita menggunakan satu data tunggal untuk bekerjasama secara online (cloud), dan juga mempermudah kita untuk mengakses perkerjaan baik di meja kerja maupun ketika dilapangan.
  • Dengan BIM maka bangunan dapat kita analisa terlebih dahulu seperti efek terhadap beban yang diterima, angin, cahaya, dan panas sehingga performa bangunan sesuai dengan yang diharapkan.
 
Keuntungan kita menggunakan BIM?
  • Kita dapat selalu ber-inovasi untuk menghasilkan bangunan yang lebih kompetitif tanpa mengorbankan kualitas, karena biaya dapat kita prediksi sebelum pelaksanaan pembangunan.
  • Dengan sistem koordinasi dan kolaborasi antara pihak yang terkait proyek maka memudahkan komunikasi dan membuat keputusan sehingga mempercepat pelaksanaan proyek.
  • Dapat menghasilkan bangunan yang ramah lingkungan dan hemat energi.
"Karena bengunan yang baik tidak hanya dilihat dari segi bentuknya saja, tetapi juga waktu dan biaya pengerjaan serta hemat energi".

Tingkatan BIM?
  • BIM Level 0. Ketika anda membuat gambar desain 2D menggunakan applikasi CAD, contoh menggunakan AutoCAD.
  • BIM Level 1. Ketika anda sudah dapat menampilkan desain secara 3D, contoh menggunakan SketchUp, 3ds Max.
  • BIM Level 2. Ketika anda sudah dapat menghasil RAB/BQ, detail desain, dokumentasi, data analisa dari 3D model yang kita buat, dan sudah bekerja secara kolaborasi dengan data dibuat secara terlampir tetapi tidak menghilangkan identitas maupun integritas-nya.
  • BIM Level 3. Ketika anda sudah bekerja secara kolaborasi penuh antara disiplin ilmu dengan satu model tunggal dan semua pihak dapat mengakses secara online, data yang dikelola termasuk penjadwalan konstruksi dan estimasi biaya, serta siklus proyek.

0 komentar:

Posting Komentar